TCN -- Penilaian jika mahasiswa di Makassar hanya doyan tawuran,tidak sepenuhnya benar.Di antara sebagian kecil kaum terdidik kampus yang kerap berbuat anarkis,masih banyak mahasiswa yang memiliki potensi dan berhasil mengukir prestasi.
Tidak hanya di tingkat lokal dan nasional,bahkan internasional. Seperti yang ditorehkan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus. Paduan suara mahasiswa (PSM) perguruan tinggi yang terletak di Kecamatan Biringkanaya ini berhasil mengharumkan nama Indonesia dan Sulsel,khususnya di tingkat internasional.
PSM UKI Paulus keluar sebagai yang terbaik dalam kejuaraan paduan suara internasional Praga Cantat, 25th Anniversary International Choir Competition and Festival di Praha, Ceko.Paduan suara yang beranggotakan 23 orang ini berhasil meraih medali emas pada kategori musik folklore serta medali perak pada kategori mixed choir.
Untuk memikat dewan juri pada kejuaraan yang digelar 27 Oktober hingga 30 Oktober 2011,PSM UKIP Makassar menampilkan tiga lagu,yakni Pa teinde,Basseta Toraya,dan Marencong- rencong yang merupakan lagu Bugis-Makassar.Lagu ini mewakili empat etnis masyarakatyang menjadi satu kesatuan di Sulsel.Lagu berirama ceria ini berhasil memikat perhatian dewan juri serta ratusan penonton yang menyaksikan kejuaraan tersebut.
Menariknya lagi,lagu yang dibawakan disertai dengan tarian dari 23 mahasiswa ini. Tarian khas Sulsel dari etnis, Bugis Makassar,Toraja,dan Mandar dipertontonkan dan dikolaborasikan dengan tiga lagu yang ditampilkan. “Kami meraih dua medali sekaligus, yakni medali emas pada kategori musik folklore serta medali perak pada kategori mixed choir,”ungkap Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UKI Paulus Anton Paranoan, kemarin.
Atas medali internasional yang diraihnya,mereka pun diundang Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo untuk beraudiensi dan mempertontonkan perpaduan tarian dan paduan suara ke-23 mahasiswa tersebut,kemarin. Anton menyebutkan,keberangkatannya ke Kota Praha, Ceko,merupakan undangan Duta Besar Indonesia di Ceko. PSM UKI Paulusu diundang atas prestasi sebelumnya pada kejuaraan paduan suara di Tomohon International,dengan meraih emas dan perak.
“Persiapan kami sebelum berangkat ke Ceko sudah mantap. Anak-anak memang melakukan latihan rutin di kampus. Saat itu kami persiapkan enam bulan latihan dan akhirnya bisa membawa pulang dua medali,” ujarnya saat ditemui di Rujab Gubernur. Praga Cantat 2011 adalah festival paduan suara internasional yang telah menjadi kegiatan paduan suara bergengsi di Praha,Ceko.
Festival tersebut mencatat 705 kelompok paduan suara yang telah berpartisipasi dari 25 negara dengan jumlah penyanyi yang hadir sebanyak 28.000 selama 24 festival sebelumnya. Mantan Pembantu Rektor III UKI Paulus ini menambahkan, salah satu keistimewaan paduan suara yang dipimpinnya juara,lantaran kekompakannya dalam membawakan lagu daerah dan tarian khas Bugis-Makassar.
“Itu yang membuat dewan juri di sana terpukau.Apalagi, baju khas daerah Sulsel yang berwarna-warni sehingga menambah poin penilaian kami,”paparnya. Menanggapi prestasi mahasiswa tersebut,Gubernur Sulsel Syahrul mengatakan,kalangan kampus harus didorong untuk terus berkreasi dan berprestasi.
Potensi-potensi yang ada harus dimaksimalkan agar mahasiswa bisa menorehkan prestasi, sekaligus bisa menghapus stigma masyarakat tentang mahasiswa Makassar yang kerap tawuran.● WAHYUDI Makassar
Sumber: Sindo
Tidak hanya di tingkat lokal dan nasional,bahkan internasional. Seperti yang ditorehkan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus. Paduan suara mahasiswa (PSM) perguruan tinggi yang terletak di Kecamatan Biringkanaya ini berhasil mengharumkan nama Indonesia dan Sulsel,khususnya di tingkat internasional.
PSM UKI Paulus keluar sebagai yang terbaik dalam kejuaraan paduan suara internasional Praga Cantat, 25th Anniversary International Choir Competition and Festival di Praha, Ceko.Paduan suara yang beranggotakan 23 orang ini berhasil meraih medali emas pada kategori musik folklore serta medali perak pada kategori mixed choir.
Untuk memikat dewan juri pada kejuaraan yang digelar 27 Oktober hingga 30 Oktober 2011,PSM UKIP Makassar menampilkan tiga lagu,yakni Pa teinde,Basseta Toraya,dan Marencong- rencong yang merupakan lagu Bugis-Makassar.Lagu ini mewakili empat etnis masyarakatyang menjadi satu kesatuan di Sulsel.Lagu berirama ceria ini berhasil memikat perhatian dewan juri serta ratusan penonton yang menyaksikan kejuaraan tersebut.
Menariknya lagi,lagu yang dibawakan disertai dengan tarian dari 23 mahasiswa ini. Tarian khas Sulsel dari etnis, Bugis Makassar,Toraja,dan Mandar dipertontonkan dan dikolaborasikan dengan tiga lagu yang ditampilkan. “Kami meraih dua medali sekaligus, yakni medali emas pada kategori musik folklore serta medali perak pada kategori mixed choir,”ungkap Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UKI Paulus Anton Paranoan, kemarin.
Atas medali internasional yang diraihnya,mereka pun diundang Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo untuk beraudiensi dan mempertontonkan perpaduan tarian dan paduan suara ke-23 mahasiswa tersebut,kemarin. Anton menyebutkan,keberangkatannya ke Kota Praha, Ceko,merupakan undangan Duta Besar Indonesia di Ceko. PSM UKI Paulusu diundang atas prestasi sebelumnya pada kejuaraan paduan suara di Tomohon International,dengan meraih emas dan perak.
“Persiapan kami sebelum berangkat ke Ceko sudah mantap. Anak-anak memang melakukan latihan rutin di kampus. Saat itu kami persiapkan enam bulan latihan dan akhirnya bisa membawa pulang dua medali,” ujarnya saat ditemui di Rujab Gubernur. Praga Cantat 2011 adalah festival paduan suara internasional yang telah menjadi kegiatan paduan suara bergengsi di Praha,Ceko.
Festival tersebut mencatat 705 kelompok paduan suara yang telah berpartisipasi dari 25 negara dengan jumlah penyanyi yang hadir sebanyak 28.000 selama 24 festival sebelumnya. Mantan Pembantu Rektor III UKI Paulus ini menambahkan, salah satu keistimewaan paduan suara yang dipimpinnya juara,lantaran kekompakannya dalam membawakan lagu daerah dan tarian khas Bugis-Makassar.
“Itu yang membuat dewan juri di sana terpukau.Apalagi, baju khas daerah Sulsel yang berwarna-warni sehingga menambah poin penilaian kami,”paparnya. Menanggapi prestasi mahasiswa tersebut,Gubernur Sulsel Syahrul mengatakan,kalangan kampus harus didorong untuk terus berkreasi dan berprestasi.
Potensi-potensi yang ada harus dimaksimalkan agar mahasiswa bisa menorehkan prestasi, sekaligus bisa menghapus stigma masyarakat tentang mahasiswa Makassar yang kerap tawuran.● WAHYUDI Makassar
Sumber: Sindo






