Sambutan

Selamat datang di Toraja Cyber News (TCN). Membangun Citra Toraja di Dunia Maya merupakan konsern kami dengan menyajikan informasi-informasi aktual yang membangun. Warga TCN, ini adalah website kita bersama. Kurresumanga'.

Jumat, 26 Maret 2010

Tarian Toraja Akan Tampil di Belanda



TCN -- Tari Tongkonan khas etnis Toraja akan ditampil beserta tari-tarian khas Sulsel menghibur pengunjung Pasar Malam Indonesia di Belanda, 1-5 April.

"Tari Tongkonan ini diangkat dari pesta mangrara banua atau naik rumah baru. Kita sengaja mengangkat tarian etnis Tana Toraja karena daerah ini memiliki daya pikat pariwisata yang sangat besar," kata Koordinator delegasi Sulsel Andi Panca, Kamis, 25 Maret.

Pada kegiatan promosi wisata itu, Tari Loluso, jenis tarian yang sudah langka juga akan dipertunjukkan.

Menurut Andi Pancawati,tarian yang sudah nyaris punah ini sengaja ditampilkan untuk menunjukkan keberagaman budaya di Sulsel. Apalagi makna tarian kerajaan ini bukan hanya sekadar jenis hiburan.

Tari Loluso biasanya dibawakan 12 penari yang disebut core-core dari kalangan Bissu Mamata. Dahulu, tarian ini dipersembahkan untuk menjemput kedatangan Sang Dewata.
Meskipun dikatakan tarian, tetapi dalam gerakannya juga terdapat atraksi. Seringkali, penari Loluso mengalami kesurupan yang dalam bahasa Bugis disebut "paddewa".

Penari Loluso akan membawa semacam tabung bambu berhiaskan anyaman daun lontar berbentuk burung garuda berbalung naga atau nuri. Pecahan beling mengisi tabung yang dibawa penari.
Tabung bambu itu digoyang-goyang sehingga menimbulkan bunyi. Bila penari aslinya dari kalangan Bissu, untuk pertunjukan di Belanda menggunakan 12 penari perempuan yang telah melalui proses audisi.

Selain Tari Loluso, kata Andi Panca, Sulsel mendapat kehormatan mempersembahkan Tari Padduppa sebagai tarian pembuka acara. Tarian ini memang sering dibawakan sebagai penyambutan tamu adat yang berkunjung ke Sulsel ataupun ungkapan syukur atas keberhasilan.

Kebesaran empat etnis di Sulsel yakni, Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar, dengan kebudayaan khasnya akan ditampilkan di arena Pasar Malam Indonesia. Penampilannya berupa Tari Pa'rimpungang yang merupakan tarian empat etnis.

Pemprov Sulsel juga akan mempertontonkan Tari Tongkonan. "Tari ini diangkat dari pesta mangrara banua atau naik rumah baru. Kita sengaja mengangkat tarian etnis Tana Toraja karena daerah ini memiliki daya pikat pariwisata yang sangat besar," kata Andi Panca, Kamis, 25 Maret.

Prosesi pernikahan adat Sulsel yang disebut upacara adat mappacci juga akan menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung pasar malam yang digelar di Malieveld. Perhelatan seni budaya ini, katanya, akan dimanfaatkan untuk mempromosikan pariwisata andalan Sulsel di Eropa.

Selain itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, yang juga akan berangkat ke Belanda akan melakukan pertemuan dengan Walikota Rotterdam pada 31 Maret. Mereka akan membicarakan rencana revitalisasi Fort Rotterdam di Makassar. Pertemuan business round table juga akan dilangsungkan di arena Pasar Malam Indonesia. (rif)

Sumber:http://metronews.fajar.co.id

Tidak ada komentar:

Tags

Tags: Tana Toraja, Tator, Torut, Toraja Utara, Pariwisata Toraja, Toraja Tourism, Toraja Culture, Budaya Toraja.